Jumat, 12 Juli 2013

PAMERAN BONSAI PERTAMA DI JEPANG

PAMERAN PERTAMA PADA TAHUN 1934


MATSUDA TOKOH BONSAI WAKTU ITU


TEMPAT YANG DIGUNAKAN PAMERAN



SUASANA PAMERSAN








Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Kamis, 11 Juli 2013

TANAMAN TABULAPOT SERI 1


Buangkan Durian Dalam Pot
Durian tergolong sulit dibuahkan dalam pot sehingga tidak direkomendasikan untuk tabulampot. Bunga sulit muncul apalagi bertahan menjadi buah yang matang. Seringkali bunga hanya bertahan sampai seukuran jempol orang dewasa lalu rontok. Eddy Soesanto, penangkar buah di Cijantung, Jakarta timuir, menduga itu disebabkan karakter perakaran pohon durian dewasa yang membesar dan memanjang ke samping. Volume pot yang terbatas jelas membatasi pertumbuhan akar. Ujung-ujungnya, pasokan hara pun seret.
Kesulitan membuahkan tabulampot durian itu ditepis Edi Sofiandi, pekebun di Parongpong, Bandung. “Dulu teknik memindahkan tanaman yang telah berbuah memang lazim, tapi itu teknik lama,” kata kelahiran Bandung 43 tahun silam itu. Menurutnya dengan media dan hara tepat volume pot yang terbatas tetap mampu mendukung perkembangan buah. Dengan prinsip itu Sofiandi sukses membuahkan tabulampot durian sebanyak 50 tanaman selama 3 tahun terakhir. Monthong umur 4 bulan pascaokulasi dengan daun lebat, segar, dan hijau dipilih sebagai bakalan tabulampot. Ia lantas dipindahkan ke polibag besar dan dirawat 4 bulan. Jika pertumbuhan tetap prima, baru dipindah ke karung plastik.
Media berupa pupuk kandang dan tanah liat dengan perbandingan 1:1. Tanaman-yang masih dalam karung lalu dibenamkan ke tanah. Caranya dibuat lubang seukuran karung. Bagian dasar tanah diberi pupuk fosfor berupa TSP sebanyak 2 sendok makan atau setara 20 g. Fosfor mengoptimalkan pertumbuhan akar. Taburkan pula furadan dengan jumlah serupa untuk mencegah kehadiran patogen tanah. Setelah karung dibenamkan, bagian atas diberi TSP dan furadan dengan dosis sama. Menurut Sofiandi durian dipindah ke lahan untuk menggenjot pertumbuhan vegetatif. Di sana tanaman dirawat 8-12 bulan dan dipupuk 2-3 kali. Pascaperawatan, tanaman diangkat untuk dipindah ke dalam drum. Tanaman dengan bola akar terbungkus karung lalu ditanam di drum. Ruang antara karung dengan dinding drum diisi media utama-pupuk kandang dan tanah liat-plus jerami. Tujuannya media mudah mengalirkan air dan pori-pori udara cukup. Akar baru dirangsang keluar dari karung dengan menyiramkan perangsang akar sebanyak 25 ml per 10 l air. Perangsang itu disiram setiap hari selama 1 minggu. Dengan perawatan rutin, buah bakal keluar tahun berikutnya.


Sumber : Trubus-Online.com

Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Rabu, 10 Juli 2013

BONSAI ART ( 11 )

ERA KLASIK

Pada jaman ini seni hanya dinikmati dan dimiliki oleh kalangan tertentu dan terbatas ditingkat atas saja, oleh karena mereka sebuah karya seni dapat dianggap sakral seperti halnya dengan seni bonsai, adalah sebuah karya seni yang mengandung sifat religius sebagai symbol kehidupan yang melambangkan usia kehidupan yang paling dimuka bumi ini disamping manusia dan hewan. Karya seni bonsai dijaman ini hanya terfokus pada bentuk keindahan lahiriyah saja dengan peraturan yang banyak mengikat, ada yang tidak boleh atau salah.


Paham ini adalah penganut teoritis realis, yaitu peniruan alam yang menarik beratkan karya seni hanya pada segi keindahan saja. Dijaman ini lahir karya yang beraliran naturalisme, yaitu karya yang menggariskan membenarkan alami yang wajar dan utuh atau lengkap dan lebih mengutamakan penampilan bentuk-bentuk garis sederhana yang diolah dengan keteraturan gerak irama pada anatominya, terutama garis yang ditata hanya pada anatomi batang yang disebut sebagai gaya.

1. Gaya Tegak Lurus - Berbatang Lurus
2. Gaya Miring - Berbatang miring keraha kanan atau kiri
3. Gaya Tegak Berliku - Berbatang tegak lurus atau berliku
4. Gaya Rebah - Berbatang rebah keraha kanan dan kiri
5. Gaya Menggantung - Berbatang menggantung kearah kanan atau kiri


selanjutnya disambung ke Bonsai Art 12 ........


Sumber : Green & Grow Bonsai Training Centre


Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Selasa, 09 Juli 2013

WISATA KULINER TUBAN

WARUNG BU'RUM




Warung ini terletak di jalan antara Merakurak ke Montong lewat Koro. Menu yang disajikan gorengan ikan laut. Enak sekali. Jika ke Tuban bisa mampir.

Arahan untuk menuju warung bisa kita menuju ke Merakurak kemudian langsung menuju ke arah Koro, setelah Polsek Merakurak sebelah kiri jalan.

Sajiannya cukup sederhana. Gorengan ikan cukup enak.






Selamat Menimati



Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Minggu, 07 Juli 2013

AJAKAN ROBERT STEVEN DI FACEBOOKS

  • Dalam Rangka HUT Yogjakarta
    Mari kita rayakan HUT Yogyakarta ke-258 bersama-sama dengan tamu-tamu kita dari 5 Benua dengan "258 Lantern Night for Yogyakarta"....
    Mungkin ini akan menjadi salah-satu puncak acara dari "International Bonsai Art & Culture Biennale"... October 2014 !!!

    Persiapkan karya bonsai terbaik anda untuk kita tunjukkan kepada dunia...






SEMOGA SUKSES

Sabtu, 06 Juli 2013

WISATA KULINER KOTA KEDIRI

Lesehan Jalan Dhoho


Stand Pak Agus
Ketika lapar pada jam seiktar 22.00, mencoba untuk keluar. Di tengah kota Kediri tepatnya di Jalan Dhoho yang merupakan jalan pusat perbelanjaan Kota Kediri tampak banyak sekali orang sedang berjualan. Mereka berjualan yang paling dominan adalah nasi pecel dan nasi goreng yang api untuk memasak memakai arang.  Kota ini tidak tampak mati. Kehidupan berjalan terus. Orang pembelipun juga banyak, jika malam minggu didominasi oleh anak muda yang sedang begadang.


Suasana Lesehan Jl Dhoho

Makanan nasi goreng dan nasil pecel sangat favorit. Pembaca bisa memilih yang ada disana. Rata-rata rasanya khas dan enak. Sepanjang jalan ada orang berjualan. Sekitar 5 meter sekali. Bila berkunjung kota Kediri bisa mampir kesana. Lokasi tidak sulit untuk dicari. Semua penduduk Kediri tahu semua. Mereka rata-rata buka jam 21.00 setelah pertokoan tutup.







Salah satu penjual nasi goreng yang bernama Agus mengatakan bahwa dia sudah berjualan disitu kurang lebih sekitar 2 tahun. Dia berasal dari Kota Nganjuk. Semula dia tukang bangunan. Pengalaman memasak dimulai ketika dia tukang bangunan dirasakan tidak cukup untuk membiayai kehidupan. Akhirnya ikut menjadi pembantu tukang masak yang juga jualan nasi goreng. Pertama menjadi tukang tipas  atau orang yang mengipasi api pada arang pembakaran untuk masak. Akhirnya keahlihan dirasakan bisa sehingga mencoba untuk berdiri sendiri sampai sekarang. Mulai dirasakan kehidupannya membaik.

Dalam satu malam biasa menghabiskan beras 5  kg, mie sekitar 5 kg juga. Ayam sebagai pelengkap habis sekitar 2 potong. Dia dibantu juga oleh seorang anak yang mungkin jika sudah bisa akan berkarya juga. Ini menunjukkan rantai ekonomi akan berjalan.

Yang bikin heran yaitu dengan bertambah banyak penjual juga bertambah juga banyak pembelinya. Dengan kondisi diatas menjadikan Kediri sebagai kota yang tidak pernah tidur di malam hari.



Selamat menikmati wisata kuliner di kota tahu Kediri



Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.



Jumat, 05 Juli 2013

KESENIAN TRADISIONAL TUBAN ( 4 )

KESENIAN SANDUR ( 4 )


Pertunjukan Sandur Dalam Konteks Sistem Religi Masyarakat Desa Bektiharjo. Secara umum orang menyebut pertunjukan Sandur Ronggo Budoyo desa Bektiharjo merupakan seni pertunjukan. Anggapan tersebut tidaklah salah, karena penonton bisa mendapatkan apresiasi estetik dari dari pertunjukan tersebut. Tidak hanya apresiasi estetik, tetapi juga hiburan karena banyak adegan, dialog, tingkah laku pemain yang bersifat humor dalam pertunjukan tersebut. Namun setelah dikaji dari sudut pandang religi, menunjukan bahwa pertunjukan Sandur tersebut dapat dikategorikan sebagai pertunjukan ritual. Hal tersebut tampak dari semua unsur pertunjukan, peralatan, tempat dan waktu mangalami proses sakralisasi. Struktur jalannya pertunjukan identik dengan proses ritual. Pemain dan penonton merupakan pelaku ritual. Pertunjukan ritual atau ritual pertunjukan dapat digolongkan sebagai ostensión ritual. Kegiatan ritual yang demikian, para pelaku ritus tidak saja mendapatkan pengalaman spiritual transendental tetapi juga mendapatkan kekayaan emajinasi sentuhan estetik.

Pertunjukan Sandur merupakan kegiatan ritus masyarakat desa Bektiharjo atau ungkapan emosional religius mereka yang bersifat sinkretik. Dalam proses sakralisasi peralatan Sandur, mereka menuju ke tempat-tempat keramat, pedanyangan dan cikal bakal desa. Dalam pertunjukan menggunakan sesaji yang ditujukan kepada roh-roh halus dan para leluhur. Para pelaku pertunjukan penari sandur dan panjak hore melakukan pementasan setelah mendapat kekuatan dari bidadari. Dalam selamatan Sandur dibacakan tandhuk memetri dan mohon keselamatan kepada pedanyangan, cikal-bakal, para wali, para nabi, dan dilanjutkan do’a Islam (bahasa Arab). Di sini roh halus, pedanyangan, cikal-bakal, wali, nabi, bidadari semuanya mendapatkan penghormatan dan tempat yang layak. Hal tersebut sesuai dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat desa Bektiharjo, meskipun malakukan syari’at Islam tetapi tidak meninggalkan adat-istiadat warisan leluhurnya yang dirasakan masih relevan dengan kondisi sekarang.


SEMOGA BERMANFAAT BAGI PARA PECINTA SENI TERUTAMA SENI TRADISIONAL




Kamis, 04 Juli 2013

BONSAI ART ( 10 )

TEORI

Benda seni berawal tergerak dari isi hati dan pemikiran untuk menanggapi lingkungannya. Tanggapan inilah yang kemudian diwujudkan dalam  suatu bentuk gerak improvisasi berdasarkan selera setelah memperhatikan fenomena alam lingkungan yang tanpa tercemar oleh tangan manusia, maka sendiri yang disebabkan oleh karena angin, air, matahari dan faktor lainnya, tumbuh yaitu : dilahan yang datar, dilereng, ditebing yang curam, dibebatuan, ditepi sungai, dikarang ditepi laut atau ditempat lainnya.




Ada yang tumbuh subur dengan :
1. Garis teratur pada anatomi yang utuh
2. Garis teratur pada anatomi yang tidak utuh
3. Garis tidak teratur pada anatomi yang utuh
4. Garis tidak teratur pada anatomi yang tidak utuh

Dan ada pula yang tumbuh tidak subur dengan :
1. Garis teratur pada anatomi yang utuh
2. Garis teratur pada anatomi yang tidak utuh
3. Garis tidak teratur pada anatomi yang utuh
4. Garis tidak teratur pada anatomi yang tidak utuh

Disamping itu ada tampil tunggal, tidak tunggal dan juga ada yang berumpun dan berkelompok.


Kekayaan alam dalam bentuk garis tanpa campur tangan manusia inilah yang dijadikan sebagai kerangka acuan seni bonsai, oleh karena itu karya seni bonsai yang ditampilkan mempunyai banyak gaya, bentuk dan corak. Hal ini tentu saja banyak menimbulkan perbedaan pendapat yang tidak bermuara pada satu titik temu kesamaan persepsi atau dengan kata lain : semua masih merupakan bayang-bayang semu yang sulit untuk dipilahkan menjadi bentuk-bentuk kesatuan yang pasti dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral.

Sebagai jalan keluarnya, maka aliran seni adalah merupakan salah satu pilihan kepastian yang tepat untuk pemisahan dan penilaian bentuk-bentuk garis yang dikaitkan dengan teknik-teknik pengungkapan estetik tertentu.

Bila dicermati dengan seksama tentang perkembangan seni bonsai dari hasil karya yang sudah ditampilkan oleh para pebonsai dari mancanegara yang dimulai dari awa saat sekarang, maka dapat diambil kesimpulan karena jelas terlihat perbedaan penampilannya,  seni bonsai ini telah melalui tiga era atau jaman yang berbeda.

selanjutnya disambung ke Bonsai Art 11 ........


Sumber : Green & Grow Bonsai Training Centre


Rabu, 03 Juli 2013

PAMERAN BONSAI PEMALANG

Gebyar Bonsai Pemalang Ikhlas

Telah diadakan pameran bonsai di Pemalang pada tanggal 30 Juni 2013 sampai dengan 4 Juli 2013, yang bertemakan "Dengan Bonsai Kita Satukan Langkah Pikiran Hati Untuk Kebersamaan"



Panitia Sedang Berkumpul dengan Minum Kopi



Ucapan Selamat Atas Dibuka Pameran


Panitia Pameran Bonsai


Salah Satu Pohon Peserta Pameran Bonsai



Selamat Panitia Penyelenggara Pameran Bonsai di Pemalang



Selasa, 02 Juli 2013

PAMERAN BONSAI PROBOLINGGO

KONTES BONSAI REGIONAL JAWA-BALI


Display Pameran Bonsai Probolinggo

Pameran Bonsai Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) yang diselenggarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Pemerintah Daerah Probolinggo bekerja sama dengan PPBI Cabang Probolinggo menyelenggarakan Pameran Bonsai Tingkat Regional dan Prospek Jawa-Bali yang diadakan di Alun-Alun Kota Probolinggo. Acara ini dalam rangka Acara Tahunan Budaya dan Pariwisata di Kota Probolinggo. Pameran ini diadakan pada tanggal 26 Juni 2013 sampai dengan tanggal 6 Juli 2013 dan dibuka oleh Walikota Probolinggo Bapak H.M. Buchori, SH. Msi. Pameran ini sudah diadakan kali keempat. Tema acara pameran tersebut adalah "Maha Karya Sepanjang Masa"


Salah Satu Pohon di Pameran Bonsai
Peserta yang berpartisipasi dalam acara pameran ini sebanyak 159 pohon dengan menampilkan kelas regional sebanyak 82 pohon dan 77 pohon kelas prospek. "Peserta  yang mendaftar dari berbagai daerah diantaranya Madura, Lumajang, Pasuruan, Malang, Situbondo, Bondowoso dan lokal Probolinggo dan rencananya Malaysia juga akan ikut," kata salah satu Panitia. 




Acara ini dianggarkan dana kurang lebih sebesra Rp. 70 Juta. Diharapkan dengan dana itu bisa mensukseskan acara tersebut. Pemenang akan mendapat hadiah tropy, uang pembinaan dan sertifikate.

Salah Stu Peserta Pameran Bonsai

Penjurian diadakan pada tanggal 28 Juni 2013 dan pameran dibuka pada tanggal 29 Juni 2013, sedangkan penerimaan barang pada tanggal 26 Juni 2013 samapai dengan 27 Juni 2013. 

Dewan Juri terdiri dari Maya Rusmayadi dari Bandung sebagai Ketua Dewan Juri, Rudy Nayoan dari Surabaya, Wahyudin Sambas dari Bandung, A. Mulyono dari Madura. 

Demi perkembangan tanaman bonsai, panitia juga menyediakan stand untuk bursa tanaman bonsai, baik yang sudah jadi maupun tingkat prospek.










 Selamat untuk Panitia dan Semoga Sukses.


Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Senin, 01 Juli 2013

SERBA SERBI PAMERAN DAN KONTES BONSAI NGANJUK 2013

ANJUK LADANG 2013



Master in Action

Master Bonsai yang sedang menghibur


Peserta Exibition























Puisi yang melengkapi Kontes Bonsai








SKETSA DESIGN





UCAPAN SELAMAT UNTUK PANITIA




Peserta Pameran & Kontes Bonsai






Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Minggu, 30 Juni 2013

PAMERAN BONSAI NGANJUK 2013

"ANJUK LADANG 2013"


Pendopo Kota Nagnjuk

Pameran & Kontes Bonsai telahdiadakan pada tanggal 28 Juni 2013 sampai dengan tanggal 6 Juli 2013 bertempat di Alon-Alon Kota Nganjuk. Acara ini dalam rangka memperingati Hari Krida Pertanian. Pameran telah dibuka oleh Wakil Bupati Nganjuk Bapak Wahid Badrus atau dikenal dengan panggilan Gus Wahid. Dihadiri pula oleh bapak Dandim yang sangat memberikan apresiasi sangat positif. Dengan adanya pameran ini diharapkan dapat membangkitkan kembali pecinta tanaman bonsai di kota Nganjuk.



Ucapan untuk Acara Pameran Bonsai di Nganjuk
Yang cukup menggembirakan penyelenggaraan di Nganjuk bukan atas nama sebuah organisasi tapi merupakan perkumpulan atau semacam paguyuban yang melibatkan para penggemar seni bonsai yang biasa mereka sebut dengan Paguyuban Pecinta Seni Bonsai. Paguyuban ini terdiri dari berbagai element kalangan penggemar bonsai, baik yang ikut sebagai anggota sebuah organisasi maupun orang yang secara pribadi. Paguyuban itu membuat semangat para penggemar bonsai di Nganjuk.


Berpose bersama Pak Edy dan Pak Budi

Pameran tersebut bertemakan "Anjuk Landang 2013". Anjuk Ladang adalah sebuah kata awal dari kota Nagnjuk. Karena lidah orang Nganjuk agak kagok menyebut Anjuk Ladang maka sekarang banyak orang menyebut dengan "Nganjuk"

Acara ini diselenggarakan sudah kedua kalinya. Peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut sebanyak 196 dengan yang bonsai sebesar 91 pohon sedangkan prospek sebesar 105 buah pohon. Para peserta diikuti dari daerah Lamongan, Ponorogo, Madiun, Magetan Jombang, Surabaya dan Nganjuk sendiri.


Dengan hasil penilaian adalah 2 buah pohon mendapat Emas, 9 buah mendapat Perak dan 13 buah pohon Perunggu. Kontes ini tidak lagi menggunakan istilah bendera seperti pameran yang diadakan oleh PPBI, perlu analisa yang cukup untuk hal tersebut. Istilah yang digunakan seperti pada perlombaan seni dan olah raga. Bagus untuk memberikan masukan pada para penggemar bonsai, bahwa seni bonsai sudah sangat berbenda tetapi perpaduan perbedaan tersebut akan memperkaya seni bonsai itu sendiri.


3 Master sedang memberikan ilmunya
Untuk menambah kemeriahan acara tersebut, diadakan sarasehan yang diadakan tanggal 28 Juni 2013 yang menjadi narasumber Master Bonsai Indonesia Robert Steven, Guru Bonsai Indonesia Sulis Ninja, dan Tokoh Bonsai Sugeng Purwanto. Mereka juga merangkap sebagai juri di acara tersebut. Dengan adanya sarasehan ini membuat semangat dan membangkitkan seni bonsai di kota Nganjuk. Peserta sarasehan cukup lumayan banyak yaitu sekitar 200 orang.





Harapan ke depan para panitia menginnginkan pameran yang akan datang lebih bagus, jika mungkin bisa menampilkan kelas utama.


Salah Satu Mendapat Emas dari Bpk Herman - Ponorogo

Sambutan panitia ketika datang ke lokasi pameran cukup ramah sekali, telah ditemui bapak Edy sebagai Penasehat PPBI dan merangkap Wakil Sekretaris Panitia dan Bapak Budi sebagai Penasehat dan merangkap sebagai Ketua Display dalam kepanitiaan tersebut.


Secara display sudah bagus. Suasana cukup sejuk. Sehingga para penikmat bonsai cukup bisa enak melihat display yang dipamerkan.
Peserta sarasehan cukup banyak dan meriah sekali. Sangat antusias.

Event pameran seni bonsai ini,  diadakan lomba sketsa desain bonsai yg bahan sudah disediakan panitia. Ternyata peserta cukup berminat sehingga  sampai 25 orang. Pada acara itu juga diadakan lomba sketsa dari bonsai kategori prospek, dimana pemilik  bonsai itu diminta membuat sketsa kalau bonsai masing-masing  sudah jadi. Ternyata peserta yang ikut 27 orang. Pembuatan sketsa bonsai itu sangat dibutuhkan dan diminati. Bahkan sudah beberapa bulan ini muncul di facebooks, grup yg khusus menampilkan sketsa-sketsa bonsai. Perlu diadakan terus lomba sketsa bonsai pada setiap pameran bonsai, dimanapun dan yg diadakan siapapun. Itu sangat bermanfaat untuk mempercepat kemajuan dan perkembangan seni bonsai Indonesia. Dalam event lomba sketsa ini telah dimenangkan oleh Bapak Harmanto Ketua LBC Magetan.
Biaya yang digunakan dari para partisipasi dan penjualan stand serta ada sebagian dari donatur, yang kesemuanya diperkiranakn akan menghabiskan biaya sebesar Rp 70 Juta seperti biaya tahun lalu. Jika tahun lalu, biaya Rp 70 Juta belum mempunyai inventaris seperti sekarang. Pada tahun 2013 ini biaya tidak mengalami kenaikan yang besar karena sudah mempunyai inventaris untuk pameran.





Foto Foto Acara Pamaeran dan Kontes Bonsasi Anjuk Ladang 2013





Sudut Pandang  Pameran



Para Peserta Sarasehan


Foto Bersama setelah Sarasehan


Tampilan Stand di Bursa Bakalan Bonsai







Selamat Penyelenggara Pameran dan Kontes Bonsai "Anjuk Ladang 2013"



Sabtu, 29 Juni 2013

KUNJUNGAN CHRISTIAN RONALDO

  • SAYA SENANG KEMBALI KE INDONESIA

    Kunjungan bintang sepak bola Real Madrid Cristian Ronaldo ke Indonesia sampai pada momen puncaknya. Bintang asal Portugal itu resmi dinobatkan sebagai Duta Forum Peduli Mangrove Bali Indonesia. Penobatan tersebut diadakan pada tanggal 26 Juni 2013 dan diberikan langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Bapak Zulkifli Hasan pada acara yang bertajuk 'Save Mangrove, Save Earth' di Benoa, Badung, Bali. 

    Cristian Ronaldo berfoto bersama Bapak Susilo Bambang Yudoyono 

    Cristian Ronaldo mengaku bahagia akan datang kembali ke Indonesia. "Senang sekali saya kembali menyapa Indonesia," kata Ronaldo usai penyerahan sertifikat duta Forum Peduli Mangrove Bali. Cristian Ronaldo menambahkan dengan pemberian sertifikat tersebut, ia berharap kampanye menjaga Mangrove, khususnya di Indonesia terus ditingkatkan. 

    "Ketika saya ditawari untuk menjadi duta, saya langsung tertarik dan tak perlu berpikir dua kali," ujar mantan pemain Manchester United itu.Usai penyerahan sertifikat, Cristian Ronaldo secara simbolis melakukan penanaman bibit Mangrove bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran kementerian.





Jumat, 28 Juni 2013

ISMAIL SALEH TROPY 2013



DALAM rangka memperingati 5 (lima) tahun wafatnya tokoh Penggerak Bonsai Indonesia dan Founder ASPAC, almarhum H Ismail Saleh, SH, Forum Hobi Indonesia (FHI) didukung oleh AKSISAIN menyelenggarakan Kontes Desain Bonsai Progresif “Ismail Saleh Trophy 2013”.
Menurut Robert Steven, inisiator event ini, “Ismail Saleh Trophy” yang berbentuk patung setengah badan Almarhum H Ismail Saleh SH dibuat oleh seorang pematung terkenal dari Mexico –juga seorang seniman bonsai senior– Guillermo Castano. Dia juga yang membuat patung “Saburo Kato Trophy” dan patung John Y. Naka untuk museum John Y. Naka di Washington DC, Amerika Serikat.
Kontes yang disponsori RYUGA Bonsai Tools ini adalah kontes foto yang memperlihatkan proses desain bonsai secara progresif selama satu tahun, mulai dari bahan, baik yang dari alam maupun hasil budi-daya, khususnya bahan yang belum pernah dibentuk, sampai tahap terakhir periode kontes yang ditentukan.
KRITERIA PENILAIAN
Tidak ada kriteria atau batasan khusus untuk bahan yang diikut-sertakan, baik kondisi fisik, species, ukuran dan lain-lain, yang dinilai adalah :
1. Kreativitas dalam proses desain yang berdasarkan bentuk dan keadaan bahan awal, yaitu sejauh mana peserta dapat berimaginasi secara kreatif untuk menemukan desain yang indah dari bahan tersebut.
2. Tehnik yang dipergunakan selama proses desain tersebut.
3. Originalitas bahan versus desain terakhir. Tidak ada kriteria atau batasan khusus mengenai bahan bonsai yang diikut-sertakan dalam kontes ini; karena bila bahan yang disertakan adalah bahan setengah jadi, maka hal ini juga akan menjadi pertimbangan juri. Jadi walau desain akhirnya sangat indah, tetapi karena bahan yang dipakai adalah bahan yang sudah pernah dibentuk awal, maka hasil desain tersebut belum tentu akan mendapat nilai tinggi.
Sang Inisiator Robert Steven

PERSYARATAN UMUMTEAM JURI : Pedro J Morales (Puerto Rico), Rob Kempinski(Amerika Serikat), Walter Pall (Jerman), Prof. Amy Liang (Taiwan), Huang Jiu Wei (Cina)
1. Peserta harus anggota FHI dari Indonesia atau Malaysia yang sudah terdaftar dengan nomor anggota. Nomor anggota FHI dapat dilihat di halaman “Members” yaitu nomor urut nama anggota tersebut.
2. Foto bahan yang diikut-sertakan harus foto terbaru yang diambil tidak lebih dari 1 (satu) bulan dari tanggal pendaftaran.
3. Setiap peserta hanya dapat mengirim 1 (satu) bahan.
4. Foto yang dikirim harus jelas, asli tanpa diedit, berlatar-belakang polos, dari ketinggian level mata, format JPEG, Minimal 72 dpi dengan ukuran lebar minimal 20 inch (atau 50 cm).
5. Foto dikirim via email ke : robertbonsai@hotmail.com
6. Kontes ini akan dinyatakan berlaku bila mencapai minimal 20 (dua puluh) peserta yang memasukkan foto pada tahap terakhir.
7. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan akan dikenakan diskwalifikasi dan dinyatakan batal.
8. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
CARA IKUT SERTA
Pengiriman foto peserta terbagi dalam 3 (tiga) tahap dengan ketentuan sebagai berikut :
• Tahap Pertama
- Pendaftaran awal dengan 4 (empat) foto bahan yang diambil dari sudut pandang yang berbeda.
- Foto harus jelas, asli tanpa diedit, berlatar-belakang polos, format JPEG, Minimal 72 dpi dengan ukuran lebar minimal 20 inch (atau 50 cm).
- Salah satu dari foto awal tersebut harus diambil dengan koran lokal yang terbit pada hari tersebut yang diletakkan di sampingnya.
- Foto bahan tersebut harus foto terbaru yang diambil tidak lebih dari 1 (satu) bulan dari tanggal pendaftaran.
- Pendaftaran harus disertai dengan data peserta yaitu : Nama lengkap, Nomor anggota FHI, Alamat, Nomor telepon, Nama species (Latin), Ukuran serta Penjelasan singkat tentang bahan tersebut.
- Foto Tahap Pertama sudah harus diterima paling lambat tanggal 21 Oktober 2013.
• Tahap Kedua
- Peserta harus mengirim foto tahap kedua sebanyak 4 (empat) lembar (dari sisi depan, belakang, samping kiri dan samping kanan) yang menunjukkan tahap proses yang telah dilakukan pada bahan tersebut.
- Foto yang dikirim harus jelas, asli tanpa diedit, berlatar-belakang polos, dari ketinggian level mata, format JPEG, Minimal 72 dpi dengan ukuran lebar minimal 20 inch (atau 50 cm).
- Pengiriman foto tersebut harus disertai nama peserta serta penjelasan singkat mengenai ide desain yang sedang dilakukan.
- Foto Tahap Kedua sudah harus diterima paling lambat tanggal 28 Februari 2014.
• Tahap Ketiga
- Peserta harus mengirim foto tahap ketiga atau terakhir sebanyak 4 (empat) lembar (dari sisi depan, belakang, samping kiri dan samping kanan) yang menunjukkan tahap proses yang telah dilakukan pada bahan tersebut.
- Foto yang dikirim harus jelas, asli tanpa diedit, berlatar-belakang polos, dari ketinggian level mata, format JPEG, Minimal 72 dpi dengan ukuran lebar minimal 20 inch (atau 50 cm).
- Pengiriman foto tersebut harus disertai nama peserta serta penjelasan singkat mengenai kesimpulan desain yang telah dilakukan.
- Wadah tanam tidak dinilai karena dianggap masih dalam proses desain yang belum selesai.
- Foto Tahap Ketiga atau Terakhir sudah harus diterima paling lambat tanggal 30 Agustus 2014.
Semua foto dikirim via email ke : robertbonsai@hotmail.com
Karya Robert Steven

PEMENANG DAN HADIAH
• Pemenang Pertama, akan memperoleh hadiah :
  - Piala “Ismail Saleh Trophy”.
  - Sertifikat “FHI Award”.
  - 1 (satu) Box Gift-Set alat bonsai RYUGA Bonsai Tools.
  - 1 (satu) Pot Repro Antik Robert Steven.
• Pemenang Kedua, akan memperoleh hadiah :
- Sertifikat “FHI Award”.
- 1 (satu) Bag Gift-Set alat bonsai RYUGA Bonsai Tools.
- 1 (satu) Pot Repro Antik Robert Steven.
• Pemenang Ketiga, akan memperoleh hadiah :
- Sertifikat “FHI Award”.
- 1 (satu) Alat bonsai RYUGA Bonsai Tools.
- 1 (satu) Pot Repro Antik Robert Steven.
Penyerahan penghargaan kepada pemenang akan dilakukan di “International Culture Night” pada acara pameran “International Bonsai Art & Culture Biennale” pada bulan Oktober 2014 di Yogyakarta; dan foto semua pemenang akan dipamerkan selama acara pameran tersebut. Ketiga pemenang tersebut akan ikut dalam team demo yang mewakili Indonesia dalam acara demo pembuatan bonsai di event tersebut. (Bila pemenangnya dari Malaysia, maka yang bersangkutan akan ikut dalam team demo Malaysia).


Sumber : Bursabonsai

Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Kamis, 27 Juni 2013

KESENIAN TRADISIONAL TUBAN ( 3 )

KESENIAN SANDUR ( 3 )

Ritualisasi Pertunjukan Sandur
Yang dimaksud ritualisasi pertunjukan di sini adalah bagaimana proses semua unsur pertunjukan beralih dari simbol profan menjadi simbol ritual atau sakral, bagai mana alur jalannya pertunjukan sebagai jalannya ritual dan bagaimana keterlibatan penonton dalam pertunjukan ritual ini. Dengan kejelasan uraian hal tersebut akan menunjukkan bahwa pertunjuka Sandur adalah pertunjukan ritual.

Proses Ritualisasi
Proses ritualisasi pertunjukan Sandur merupakan bagaimana proses beralihnya dari makna keseharian dunia  profan masuk ke wilayah ritual dunia sakral. Berdasarkan landasan konseptual yang diacu yaitu teori van Gennep peralihan dari dunia profan ke dunia sakral melalui tiga tahap yaitu pemisahan, peralihan dan penyatuan. Proses menjadi penari Sandur melalui tiga tahap dipilih dan dipisahkan dari anak gembala yang belum kitan, masuk proses daden dan nyetri sebagai penyucian dan mendapatkan kekuatan selanjutnya^nengadakan pementasan di tempat keramat sebagai wisuda penyatuan dan diakui sebagai penari Sandur.


Demikian juga semua peralatan serta ubarampe yang dianggap sesuatu yang pokok dalam pertunjukan. Tahap pemisahan terjadi pada saat memilah dan dengan memilih penuh kehati-hatian untuk mendapat sesuatu dengan kualitas dan kuantitas tertentu sesuai dengan kebutuhan. Barang-barang harus baru belum pernah dipakai, kalau makanan masakan tidak boleh dicicipi. Kalau sudah dipersiapkan dengan kondisi tertentu sudah masuk tahap peralihan. Sesudah “diserahkan”dengan tandhuk dan do’a pada saat selamatan sudah masuk wilayah sakral, segala sesuatu menjadi terlarang dan tabu (malatl).

Tentang tempat pertunjukan dipilih tempat yang sesuai, dipersiapkan dengan ukuran dan kondisi tertentu. Semua peralatan dipasang dan arena terbentuk. Sesaji ditempatkan pada tempatnya, di-gambuh sebagai permohonan ijin kepada pedanyangan. Setelah semua dilakukan dengan penah hati-hati baru dinyatakan syah sebagai tempat pertunjukan sandur. Semua unsur pertunjukan mendapatkan sakralisasi melalui proses yang sama. Suatu hal yang tidak dilakukan sakralisasi yaitu sesuatu yang dianggap sekedar peralatan yang tidak terkait secara fungsional dengan ritual seperti meja tempat sesaji, kursi tepat duduk penari yang biasanya meminjam penduduk disekitar pertunjukan.


SELANJUTNYA KE KESENIAN TRADISIONAL TUBAN ( 4 ) ......