Rabu, 20 Februari 2013

PAMERAN BONSAI SANUR BALI

Rabu, 20 Februari 2013

Kontes Bonsai "Sanur Festival Bonsai"

Kontes Bonsai Regional Di Bali "Sanur Festival Bonsai"

Kontes Bonsai "Sanur Festival Bonsai"
SukaBonsai - Berikut ini beberapa gambar pemenang dalam beberapa kategori kontes bonsai regional dan pameran bonsai yang dilaksanakan di Sanur Bali. Beberapa kategori bonsai memang favoritnya yaitu bonsai Santigi. Berikut para pemenang dan foto-foto kontes bonsai Sanur Festival Bonsai.







Jumlah Peserta Kontes Bonsai Regional 145 pohon
Baik Sekali 28 pohon
Baik 93 pohon
Cukup 24 pohon
10 Besar Kontes Bonsai Regional

1 Bonsai Santigi ( Witno Handoyo - Singaraja )
Kontes Bonsai Santigi - 1














 
 
2 Bonsai Santigi ( Monica - Denpasar )
Kontes Bonsai Santigi - 2
















3 Bonsai Santigi ( Eko- Situbondo )
Kontes Bonsai Santigi - 3


















4 Bonsai Sancang ( Putu Hamirtha - Jl. Tukad Melangit, Panjer )
Kontes Bonsai Sancang -1
















5 Bonsai Hokiantea ( Dr. Patra Jaya -Tabanan )
Kontes Bonsai Hokiantena
















6 Bonsai Delima Batu ( Fany - Denpasar )
Kontes Bonsai Delima Batu

















7 Bonsai Arabica ( Kukoh Imanuel - Negara, Jembrana )
Kontes Bonsai Arabica



















8 Bonsai Santigi ( Dianova - Situbondo )
Kontes Bonsai Santigi 4


















 
9 Bonsai Asam Saraf ( Wayan Pinta - Negara )
Kontes Bonsai Asam Saraf

















 
10 Bonsai Iprik Wisnu Liling Jaya ( PPBI - Karangasem )
Kontes Bonsai Iprik atau Bonsai Loa




















Selasa, 19 Februari 2013

DONGKELAN LOA

Bonsai Loa ( Ficus Racemosa )


Bonsai Loa ( Ficus Racemosa )
Bonsai Loa ( Ficus Racemosa )
Loa atau Ficus racemosa (syn. Ficus glomerata Roxb) nama binomial adalah jenis spesies tanaman dalam keluarga Moraceae. Pohon Loa ini dikenal sebagai Cluster Fig Tree atau Goolar (gular). Loa banyak adalah tumbuhan asli yang banyak dijumpai di Australia, Malesia, Asia Tenggara dan benua India. Di Indonesia sendiri banyak sekali dijumpai di beberapa daerah hutan tropis dan banyak juga yang hidup di rawa, sungai dan kali. Karena pohon Loa ini banyak sekali mengandung air.


Di India pohon Loa dan buahnya disebut gular di utara dan selatan India. Buah tanaman Loa adalah makanan favorit monyet di daerah hutan. Dan di daerah Australia Utara, buah dan bunga Loa sebagai tanaman pangan bagi ulat kupu-kupu.

Daun Bonsai Loa
Buah  Loa


Bonsai Loa
Pohon Loa juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman rindang serta bagi penggemar bonsai, pohon Loa banyak dijadikan sebagai bakalan bonsai loa. Bonsai Loa sendiri saat ini sangat populer dikalangan pecinta hoby bonsai tanah air. Bonsai Loa bisa mencapai jutaan bahakan puluhan juta jika memiliki kriteria bonsai loa yang baik, serta kriteria lainnya.
Pohon Loa bisa dibuat bonsai. Karena pohon ini biasa dekat air maka perlu penyiraman yang banyak. Pohon Loa terlambat penyiraman bisa mengering dengan cepat. Jika penyiraman dilakukan lagi maka akan tumbuh lagi, tapi sudah tidak sehat lagi. Perlu didinginkan sebentar dan penyiraman diperbanyak. Pohon Loa kering biasanya didalamnya kopong, karena air ditubuhnya banyak sekali. Untuk tumbuh cukup cepat jika pupuk dan tanah dirawat dan diganti satu tahun sekali. 
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Ficus

Minggu, 10 Februari 2013

MASTER BONSAI 2013


WILLIAM N VALAVANIS (USA)

WALTER PALL (Germany)
MIN HSUAN LO (Taiwan)
MIN HSUAN LO (Taiwan)
BUDI SULISTYO (Indonesia)
BUDI SULISTYO (Indonesia)
RUDI JULIANTO (Indonesia)
RUDI JULIANTO (Indonesia)
STEFANO FRISONI (Italy)
STEFANO FRISONI (Italy)
NACHO MARIN (Venezuela)
NACHO MARIN (Venezuela)
ANDRES BICOCCA (Argentina)
ANDRES BICOCCA (Argentina)
PEDRO J MORALES (USA)
PEDRO J MORALES (USA)
SULIS NINJA (Indonesia)
SULIS NINJA (Indonesia)
ROBERT STEVEN (Indonesia)
ROBERT STEVEN (Indonesia)
MAURO STEMBERGER (Italy)
MAURO STEMBERGER (Italy)
ZHAO QINGQUAN (China)
ZHAO QINGQUAN (China)
AYUMU FUKANO (Japan)
AYUMU FUKANO (Japan)
Prof Amy Liang (Taiwan)
Prof Amy Liang (Taiwan)
KOJI HARIMATSU (Japan)
KOJI HARIMATSU (Japan)
ISAO FUKITA (Japan)
ISAO FUKITA (Japan)

THANG TRAN (Vietnam)
THANG TRAN (Vietnam)
JANOS HIRTH (Hungary)
JANOS HIRTH (Hungary)
















Sabtu, 09 Februari 2013

KARYA GURU BONSAI INDONESIA

KARYA SULIS NINJA 

Dibawah ini akan ditampilkan karya-karya Sulis Ninja yang sudah disebut sebagai Guru Bonsai Indonesia.

Santigi


Santigi



Santigi
Santigi


Santigi


Hokian Tea


Selamat Pak Sulis Ninja, kami menunggu karya-karya anda berikutnya.


Minggu, 03 Februari 2013

WISATA KULINER KEDIRI

SOTO BOK IJO
 
 
Kota Kediri bukan saja terkenal dengan tahunya. Masih banyak kuliner yang ada di kota tersebut. Kota yang mayoritas penduduknya adalah pegawai perusahaan Rokok Terbesar di Indonesia. Tidak salah jika perkembangan kota tersebut tergantung perkembangan pabrik rokok tersebut. Meskipun pemerintah banyak menyarankan rokok tidak baik untuk kesehatan, pabrik tersebut masih berkembang secara wajar.
 
Malam hari kota Kediri cukup ramai. Jika kita berjalan dari Alon-alon kota menuju kearah barat dan menyeberang jembatan kira-kira 3 km, ada wisata kuliner yang tidak kalah menariknya. Disitu sudah lama ada orang berjualan "Soto Ayam Bok Ijo". Dulu disitu ada jembatan kecil yang berwarna hijau maka soto itu dinamai "Bok Ijo" dalam bahasa jawa yang mempunyai arti Jembatan Hijau. Sekarang sudah dibangun terminal bus. Untuk menuju kesana cukup gampang, yaitu tanya terminal bus baru Kediri.
 
  

Jika akan sampai terminal bus sebelah kiri dan kanan jalan sudah banyak orang berjualan soto ayam. Yang paling banyak adalah disebelah kiri terminal Kediri, disitu ada yang berjualan sekitar 10 orang. Lahan parkir cukup luas. Malam minggu adalah yang paling ramai. Soto ini berjualan pada malam hari. Suasana agak remang-remang.

Makan soto ayam bok ijo yang khas adalah mangkoknya kecil. Tidak ada sambal. Hanya cabe yang direbus saja kemudian dilembutkan dengan sendok di mangkok tersebut. Ada telur puyuh dimeja direbus dan ditusuk kayak sate. Makan disitu biasanya pesan 2 mangkok, karena masih kurang. Rasa cukup enak. Dan tidak kalah penting jika tambah nasi soto lagi maka orang mengasih tetap satu mangkok, jadi kenyang sekali.

Menu lain di soto bok ijo adalah ayam bakar. Cara membakar ditempat tradisional yaitu di "anglo" sehingga terasa nikmat sekali.

 

Berkunjung ke Kediri jangan dilewatkan soto bok ijo. Dengan sajian sederhana dan khas yang bisa menggoyang lidah kita.

Selamat Menikmati.

Rabu, 30 Januari 2013

PERAWATAN BONSAI

MEMBUAT PESAT PERTUMBUHAN SANTIGI

Di beberapa daerah di Indonesia telah diberlakukan regulasi perburuan bahan bonsai Santigi dan budidayanya. Hanya saja sementara pebonsai pesimis bahwa untuk membesarkan santigi hasil budidaya memerlukan waktu yang sangat lama. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengalaman yang kurang tepat dalam merawat Santigi. Dari beberapa pengalaman para pebonsai yang pernah membudidayakan Santigi, ternyata pertumbuhannya relatif cepat juga dengan syarat tersedia cukup media tumbuh, unsur hara dan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan Santigi.


Santigi akan tumbuh dengan relatif pesat jika akarnya mampu tumbuh dengan maksimal jika media tanamnya cukup besar dan dibuat dari media yang porous (karena Santigi tidak memiliki kantung udara pada akarnya yang mampu membuat kedap air). Media tanam yang porous dapat diperoleh dengan cara mencampur pasir malang butiran kasar 1 bagian, kerikil zeolit 1 bagian dan pupuk kandang kotoran kambing 1 bagian. Seluruh bahan dicampur hingga membentuk media campur yang homogen.
Santigi termasuk mangrove yang cukup rakus membutuhkan unsur hara dari media tanamnya. Media tanam yang sudah berisi beberapa unsur hara seperti unsur nitrogen, kalium, phospor, dan lainnya masih perlu diberikan pupuk tambahan. Pupuk yang perlu ditambahkan adalah pupuk kandang kotoran kambing yang ditaruh di permukaan media tanam dan pupuk cair yang berasal dari campuran pupuk kandang kotoran kambing, NPK dan sedikit Furadan. Ada sejumlah pebonsai menambahkan asam glutamat/penyedap rasa/micin ke dalam rendaman campuran pupuk. Seluruh bahan pupuk direndam dalam tong/bak air selama 1 minggu. Kemudian disaring dan disiramkan ke tanaman Santigi seminggu sekali.
Penyiraman yang teratur dan cukup (sehari sekali) juga mempengaruhi pertumbuhan Santigi. Air siraman harus cukup membasahi seluruh media tanam hingga mengalir keluar lubang pot dengan cepat. Santigi akan tumbuh lebih sehat jika daun dan batangnya disiram kabut bertekanan cukup tinggi setidaknya 3 hari sekali. Penyiraman sistem kabut ini hendaknya dilakukan pada permukaan bagian atas dan bawah daun Santigi karena di sisi bagian bawah daun terdapat lubang stomata yang berfungsi untuk proses respirasi/pernafasan Santigi.
Pertumbuhan Santigi juga akan semakin pesat jika didukung dengan lingkungan yang baik. Santigi memerlukan curahan sinar matahari sepanjang hari, hembusan angin yang cukup. Angin yang cukup akan menyebabkan ranting dan daun santigi bergerak-gerak tertiup angin. Gerakan Santigi ini akan membantu proses kapilerisasi air dan bahan makanan ke daun untuk dimasak/fotosintesis serta distribusi hasilnya. Untuk memperoleh pertumbuhan maksimal pada batang atau ranting yang diinginkan maka perlu pengurangan jumlah ranting. Cangkok ranting yang tidak diinginkan dan sisakan hanya ranting-ranting yang memang dipersiapkan untuk dibentuk selanjutnya. Tidak ada salahnya sesekali ajak bicara Santi kesayangan anda, tanya apa maunya agar tumbuh sehat, pesat dan semakin cantik.

Selamat mencoba dan menikmati kesenangan baru merawat dan budidaya Si Cantik Santi.

Saran dan Pendapat Anda akan mendewasakan kami.

Kamis, 10 Januari 2013

Seniman-Seniman Bonsai Terbaik di dunia


Masahiko Kimura
 
Masahiko Kimura adalah pemegang saham bonsai sekaligus seniman dan praktisi judo terkenal yang brutal . Kimura sangat terkenal di seluruh dunia .Dia pertama kali mulai belajar bonsai dalam rangka untuk menyenangkan hati ibunya .Dia mampu membuat terkenal industri bonsai ini karena cara dia mampu membentuk kayu mati..
 
 
Ben Oki
Ben Oki adalah seniman bonsai berbintang. lanskapis dan tukang kebun dengan gelar bisnis dari salah satu bisnis yang paling bergengsi sekolah Jepang ini telah menciptakan kebun untuk bintang film seperti Cybil Shepherd. Semua karyanya menunjukkan tipe2 membonsai zaman klasik, walaupun ia belajat dari master asli bonsai modern,
 Lindsey Bebb
Lindsey Bebb adalah salah satu seniman bonsai terkemuka Australia . Dia telah membentuk berbagai jenis bonsai selama hampir 40 tahun dan telah membangun bisnis yang sukses di pekerjaannya yaitu hanya menjalankan toko ritel terakreditasi penuh bonsai di Australia.
Quinquan Zhao
Quinquan Zhou yang paling terkenal untuk membuat teknik membonsai "penjing"
Lahir di dekat Sungai Yangtze di Cina Tengah, Zhou telah mengelilingi Eropa, Pasifik, dan Amerika untuk mengajar dan merancang segala sesuatu mengenai bonsai. (lanskap miniatur yang menggabungkan bonsai dengan tanah, dedaunan, dan batu).
Robert Steven
Robert Steven adalah salah satu seniman bonsai yang terkenal di Indonesia.. Dia dikenal pantang menyerah untuk teknik "penjing" pada bonsai .pekerjaan lainnya si Robert tidak memiliki sifat-sifat indah seperti keindahannya dalam mengukir bonsai. Namun, si Robert ini aktrab dipanggil dengan "bonsai's anak nakal" .Dia telah memenangkan penghargaan mainstream utama dalam bidang membonsai , termasuk penghargaan bonsai Ben Oki International Design Award.
Jhon Naka
Mendiang John Naka adalah seniman bonsai yang paling terkenal Amerika di zamannya. Meskipun ia lahir di AS, ia kembali ke Jepang untuk belajar bonsai pada usia yang sangat muda. Dia aktif membuat bonsai Amerika dengan jumlah banyak tahun 1950-an dan 60an,

Minggu, 06 Januari 2013

BONSAI BAGIAMANKAH YANG DIKATAKAN INDAH

Tidak semua tanaman yang dibentuk semau kita dan ditanam dalam pot bisa disebut sebagai bonsai. Bonsai yang bagus harus memenuhi beberapa kriteria dasar, dan bonsai seindah apapun bila tidak disertai dengan wadah yang sesuai, maka belum bisa disebut sebagai bonsai yang bagus.


Masih banyak orang yang menganggap bahwa bonsai yang bagus sekedar pohon kerdil yang dibentuk rapi dan ditanam dalam pot; padahal untuk membuat sebuah karya bonsai yang bagus, banyak disiplin ilmu lain yang harus kita kuasai antara lain pengetahuan estetika seni, ilmu botani termasuk fisiologi dan morfologi tanaman serta kejelian mengobservasi fenomena alam.
Sebuah karya bonsai dapat dikatakan bagus kalau memenuhi tiga persyaratan dasar yaitu: keindahan artistic, hukum hortikultura serta makna tersirat. Kita dapat membentuk sebatang pohon yang penuh keroposan pada batang dan kita tanam dalam pot pelastik dengan posisi rebah dengan perantingan dan perdaunan yang berantakan dengan pesan tema sebatang pohon tua di alam yang roboh karena diterpa angin topan. Karya tersebut cukup bermakna, tetapi kalau tidak indah, maka tidak dapat disebut sebagai bonsai apalagi wadah tanamnya belum tentu sesuai. Kita juga dapat membuat sekelompok pohon dari berbagai jenis tanaman dengan konfigurasi semaunya dan ditanam dalam pot keramik yang indah. Karya trsebut cukup bermakna dan mencerminkan fenomena alam nyata sesuai hukum hortikultura; tetapi belum dapat disebut sebagai karya bonsai yang bagus karena konfigurasinya tidak indah dan harmonis. Jadi kesimpulannya adalah bahwa keindahan artistik adalah persyaratan mutlak yang harus dipenuhi dalam sebuah karya bonsai walaupun mungkin hukum hortikultura dan pesan maknanya tidak terlalu kentara.
Keindahan artistik dari pohon tersebut mutlak disandingkan dengan wadah tanam yang sesuai; tanpa kombinasi yang terpadu secara harmonis antara pohon dengan wadah tanam, karya tersebut tetap belum dapat dikatakan sebagai karya bonsai yang bagus !
Yang dimaksud dengan hukum hortikultura di seni bonsai ada tiga aspek yaitu: karakter dasar species, aspek kondisi lingkungan serta faktor atmospheric alam.
Setiap jenis tanaman mempunyai karakter dan bentuk dasar sendiri, umpamanya pohon asam berbeda dengan pohon kapok, acasia berbeda dengan cemara udang; tetapi jenis tanaman yang sama dapat berobah bentuknya akibat kondisi lingkungan yang berbeda di mana pohon tersebut tumbuh. Pohon beringin yang tumbuh di lapangan terbuka akan berbeda bentuknya dengan beringin yang tumbuh di pinggir sungai, pohon wahong yang tumbuh di perbukitan batu berbeda bentuknya dengan wahong yang tumbuh di dataran rendah. Hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor sumber air, kondisi tanah maupun arah sinar matahari dan lain-lain. Selain kondisi lingkungan tersebut di atas, bentuk sebatang pohon juga dapat diakibatkan oleh gangguan dari luar, umpamanya karena di sambar petir, akibat penyakit, gangguan manusia atau binatang, terpaan ombak, angin ataupun salju; sehingga bentuk pohon pinus yang tumbuh di pegunungan tropis berbeda dengan pinus yang tumbuh di pegunungan Huangshan di Cina.
Ada hal lain yang sangat fundamental yang mengakibatkan perbedaan karakter dan bentuk pohon yaitu aspek fisiologi dan morfologi tanaman. Kedua aspek tersebut adalah sub-disiplin ilmu botani yang mempelajari fisiologi tanaman serta segala aspek yang mempengaruhi bentuk pertumbuhan pohon. Pohon jenis berdaun jarum mempunyai fisiologi dan aspek morfologi yang berbeda dengan pohon jenis berdaun lebar; itu sebabnya pohon pinus atau cemara mempunyai karakter anatomi dan bentuk dasar yang sangat berbeda dengan pohon beringin mulai dari garis batangnya sampai kepada garis percabangannya.
Pengetahuan tersebut sangat penting bagi para seniman bonsai supaya dapat membentuk bonsai yang lebih dekat dengan kenyataan alam sehingga karakter dan nuansa yang dihasilkan akan lebih relevan. Walaupun pada batas tertentu jenis tanaman bukan menjadi faktor penting dalam membentuk sebuah design bonsai, tetapi seyogianya kita hindari mendesign bonsai jenis daun lebar dengan bentuk pohon jenis berdaun jarum karena kedua jenis tersebut memiliki karakter yang sama sekali berbeda. Contohnya, akan sangat aneh bila kita mendesign bonsai beringan seperti karakter cemara dengan liukan dan keringannya; atau sebaliknya kita design bonsai cemara seperti pohon acasia.
Dalam kenyataan, kesalahan tersebut yang sering terjadi terutama dalam cara membentuk percabangan dan perantingan. Hal tersebut diakibatkan karena kebanyakan dari kita mempelajari seni bonsai dari buku Jepang yang kebanyakan dengan contoh pohon jenis berdaun jarum atau jenis maple yang karakternya berbeda dengan pohon asam; sehingga sering kita mendesign semua pohon kita dengan pelintiran batang dan cabang seperti cemara atau bulat rapi seperti bentuk pohon maple. Kesalahan mendasar tersebut yang menghilangkan karakter pohon tropis kita kecuali beberapa jenis pohon yang memang memilki karakter dasar yang unik seperti santigi dan wahong laut.
Semakin banyak disiplin ilmu yang kita pelajari terutama yang berkaitan dengan estetika seni dan botani, akan semakin luas wawasan kita sehingga kemampuan kita dalam mendesign sebuah karya bonsai akan semakin meningkat; yang akhirnya akan mampu melahirkan karya bonsai yang semakin dekat dengan fenomena alam, berjiwa, bernuansa keindahan artistic dengan kandungan makna tersirat layaknya sebuah karya seni, dan bukan kerajinan tangan yang hanya dinilai kerapian dan tingkat kesulitan pembuatannya.


"Artikel By: Mr. Robert Steven"

Rabu, 02 Januari 2013

Masih Tentang Penyakit Tanaman

Masih Tentang Penyakit Tanaman


Dari pengalaman pribadi dan sharing dgn beberapa rekan serta dari membaca status-status digroup lain, ternyata penyakit karena jamur, nematoda dan bakteri merupakan jenis penyakit yg sering menyerang tanaman bonsai.

Awal penyakit tersebut mulai menyerang, kita tidak akan bisa mengetahuinya. Setelah ada tunas baru yg layu, ranting atau bahkan cabang yg kering dan mati, atau daun mengalami bercak-bercak baik bercak kering atau bercak basah, barulah kita kebingungan.
Dan biasanya jika tanaman sudah mengalami hal tersebut, menandakan bahwa tingkat serangan penyakit sudah lumayan parah.

Upaya pengobatan yg dilakukan bisa memakan waktu yg lama dan tingkat keberhasilannya pun belum bisa dipastikan. Hal tsb dikarenakan awal penyakit masuk, berkembangbiak serta penyebarannya rata-rata lewat jaringan fisiologis tubuh tanaman.

Maka upaya pengobatan disamping memberikan jenis obat yg bersifat kontak langsung dgn penyakit, juga perlu jenis obat yg sifat kerjanya sistemik, yaitu obat yg ketika diberikan ketanaman akan terserap ikut dalam proses fotosintesa dan akan disebarkan keseluruh bagian tubuh tanaman sehingga tanaman akan mengandung obat dan mempunyai daya tahan tersendiri terhadap penyakit.

Sekedar saran :
tindakan preventif untuk mencegah terkenanya tanaman bonsai dari serangan penyakit, ada beberapa langkah yg sebaiknya dilakukan, yaitu :

1. Selalu rutin menjaga kebersihan media tanam dgn cara membuang/mencabuti gulma yg tumbuh disekitarnya.
2. Pengaturan pemberian air penyiraman yg secukupnya supaya media tidak terlalu lembab.
3. Rutin secara berkala dan bergiliran memberikan fungisida , nematisida dan bakterisida sistemik sehingga tanaman bonsai mempunyai antibodi kekebalan tersendiri terhadap penyakit.
4. Memberikan pupuk yg baik dan tepat sesuai kebutuhan tanaman supaya tanaman tumbuh sehat dan juga mempunyai daya resistensi terhadap hama dan penyakit.

 

Senin, 17 Desember 2012

BONSAI ART ( 1 )

SEKILAS TENTANG ESTETIKA

Pengertian Estetika pada dasarnya sama, yaitu mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan keindahan bentuk dan penjiwaaan, baik sebagai obyek yang berbentuk benda seni ataupun subyek sebagai pencipta yang berkaitan dengan kreatifitas dan filosofi. Keindahan adalah merupakan hal yang utama didalam hidup manusia, tanpa keindahan hidup ini terasa tidak berarti dan kehilangan rasa kebahagiaan. Keindahan itu sendiri mempunyai : obyek, kesadaran, konsepsi, pengamat dan ketulkusan meyatakan hal yang menyangkut rasa.

Pada dasarnya manusia mempunyai rasa keindahan, rasa cinta, rasa senang, rasa bahagia, bahkan ingin menciptakan keindahan sesuai dengan seleranya. Selera adalah suatu kemampuan untuk memutuskan atau tidak senang terhadap suatu obyek, sifat universal, pasti dan tetap berdasarkan emosi. Seni tetap mengandung nilai-nilai universal yang berlaku untuk semua tempat dan semua jaman, tentu saja hanya berlaku untuk karya seni yang bermutu.

Bonsai termasuk salah satu karya seni dan terciptanya karya seni ini, semuanya berawal dari sebuah pemikiran, oleh sebab itu sungguh sangat diperlukan sekali sebuah kerangka dasar pemikiran tentang estetika seni bonsai yang dapat diterima secara universal, berkembang sepanjang jaman dan tidak usang tergerus oleh waktu.

Oleh karena itu konsep dasarnya berisikan nilai-nilai yang memungkinkan perkembangan lebih jauh dan pasti untuk menjawab tuntuttan estetikan yang sesuai dengan kebutuhan jaman, tanpa harus terjebak dalam keseragaman yang dapat memasung daya kreatifitas.

Seperti diketahui, dunia ini mempunyai dua pengertian dasar estetika, yaitu estetika belahan dunia timur dan estetika belahan dunia barat. Pengertian dari estetika Timur pada dasarnya statis, oleh karena hanya menganut filosofi yang berorientasi pada unsur keagamaan saja dengan pemikiran yang dogmatis. Jiwa  estetika Timur adalah statis, dogmatis dan simbolis. Sedangkan pengertian dari estetika Barat pada dasarnya dinamis dengan filisofi dan pemikiran baru, yang bermula dari pengembangan konsepsi "Mimesis"nya Plato, bahwasanya kesadaran estetik bermula dari rangsangan alam dan diungkapkan dengan meniru alam sendiri, meskipun dilakukan tidak sempurna, tetapi cukup hanya esensi atau prinsip-prinsipnya saja. Jiwa estetika Barat adalah : realis, dinamis dan rasional.


Sumber : Green & Grow  Bonsai Training Centre


Rabu, 05 Desember 2012

Bursa dan Pameran Bonsai : Ada Harganya Mencapai Rp 25 Juta

 
Klungkung ( Metrobali.com )-
Hampir selama satu bulan penuh penggemar sekaligus pemerhati Bonsai di seputaran Nusa Lembongann dan Ceningan, Nusa Penida, Klungkung, menggelar pameran dan bursa bonsai. Kegiatan pameran dan bursa Bonsai tersebut digelar di jaba Pura Desa Pakraman Jungut Batu, Nusa Penida. Ratusan jenis bonsai dengan harga Rp 1 juta sampai Rp 5 juta dipamerkan dalam kegiatan yang digelar secara rutin setiap tahun ini.
 
Bahkan kali ini ada satu bonsai yang dipamerkan harganya mencapai 25 juta. Bonsai tersebut dari pohon Sentigi. Sementara pemilik bonsai adalah mantan anggota DPRD Klungkung dari PDIP, Ketut Ginada.
 
Menurut Bendesa Adat Jungut Batu kegiatan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga sekitar Jungut Batu dan Lembongan. Sekaligus sebagai hiburan bagi para penggemar tanaman yang dikerdilkan tersebut. Selain sebagai hiburan ajang ini juga kerap digunakan sebagai tukar menukar pengalaman dan ilmu tentang penataan Bonsai. “Penggemarnya cukup antusias dan banyak peserta,” ujarnya.
 
Sementara itu menurut Ginada peserta sekaligus penggagas kegiatan ini mengakui kalau bonsai yang dipamerkan tersebut sebagian besar adalah tanaman lokal. Bibit dari bonsai tersebut diantaranya di dapat dari Nusa Gede, Nusa Penida, Klungkung. “Kegiatan ini cukup bagus untuk mengobati kerinduan para pecinta bonsai,” tambahnya.
 
Sementara diakuinya warga dan penggemar Bonsai di Jungut Batu belajar secara otodidak untuk mendisain bonsai. Kegiatan ini sendiri mulai dilakukan sejak 15 Oktober sampai 15 Nopember. Hampir setiap hari bursa Bonsai ini dikunjungi para pecinta bonsai dan masyarakat setempat,” imbuhnya. SUS-MB
Short URL: http://metrobali.com/?p=15567

Sabtu, 01 Desember 2012

Pelantikan Pengurus PPBI Cabang Wonosobo
 
Pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Wonosobo periode 2012-2015 dilantik oleh Ketua Umum PPBI Pusat, Letjen (purn) Sapto Darsono, dengan ketua cabang wonosobo terpilih Ribut Susanto. Pelantikan dilakukan pada acara pembukaan pameran dan bursa serta kontes bonsai tingkat regional yang bertajuk ‘Pesona Asri Bonsai 2012’, yang diselenggarakan dalam rangka HUT KORPRI ke-41, mulai 25 November sampai 2 Desember 2012, bertempat di Halaman Gedung Sasana Adipura Kencana, Kamis, 29 November 2012.
 
Pameran dan bursa serta kontes bonsai tingkat regional ‘Pesona Asri Bonsai 2012’, dibuka oleh Bupati Wonosobo, H.A. Kholiq Arif. Pada kesempatan tersebut Kholiq Arif menyampaikan bahwa Pemerintah sangat mendukung adanya kegiatan ini, dan siap bekerjasama dan memfasilitasi PPBI Cabang Wonosobo, agar dapat menambah keindahan serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Wonosobo.
 
Pada kesempatan itu Ketua Penyelenggara, Imam Sumantri Widyantoro, menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini, antara lain sebagai dukungan pada program Pemerintah Kabupaten Wonosobo, untuk mewujudkan Wonosobo sebagai kota bunga, selain sebagai upaya mengembangkan dan memasyarakatkan tanaman hias khususnya bonsai sebagai salah satu karya seni dan aset budaya wisata, serta merupakan ajang silaturahmi para penggemar bonsai dalam wadah PPBI di Wonosobo dan sekitarnya.
 
Imam Sumantri menambahkan bahwa pameran dan bursa serta kontes bonsai tingkat regional ‘Pesona Asri Bonsai 2012’, merupakan kontes bonsai tingkat regional yang pertama di Wonosobo, dengan didukung pameran dan bursa aneka produk UMKM, stand kuliner serta rangkaian kegiatan festival dan lomba seni budaya.
 
Kali ini kontes diikuti oleh 122 bonsai tingkat regional dan 23 bonsai kelas prospek, dengan peserta berasal dari Wonosobo dan kota-kota lain seperti Semarang, Pati, Kudus, Yogyakarta, Kendal, Magelang, Temanggung, Kebumen dan Banyumas. Adapun tingkatan dalam bonsai yang dilombakan atau difestivalkan, tingkat terbawah yakni kelas prospek, regional, madya, utama dan bintang.
 
Sementara itu Ketua Umum PPBI Pusat, Letjen (Purn) Sapto Darsono menyampaikan bahwa dengan dilantiknya pengurus PPBI Cabang Wonosobo, akan menambah kemajuan dan kegairahan bonsai di Wonosobo, karena dengan memelihara bonsai merupakan wujud cinta lingkungan dan keasrian, bonsai juga merupakan ekonomi kreatif bagi masyarakat serta merupakan agrobisnis dan agrowisata, sementara di Indonesia sudah ada 150 cabang PPBI. Sapto Darsono juga merasa tersanjung dengan suguhan tari bonsai dari anak-anak SDN 1 Wonosobo, karena dari kunjungannya ke seluruh cabang PPBI di Indonesia, baru kali ini ada tari bonsai.

Selasa, 20 November 2012

Bonsai Rp 850 juta Dipamerkan 
 
Monday, 05 November 2012 17:29
R Sukamto, Palembang Pos.-
Ratusan tanaman hias jenis bonsai terpajang pada acara Kontes Dan Pameran Bonsai Nasional di Pelataran Mall PTC yang berada di Jalan R Sukamto, Palembang. Dari 200 tanaman bonsai yang dipamerkan, satu tanaman bonsai senilai Rp 850 juta juga dapat dijumpai di pameran yang digelar ESP Cup sejak 2-11 November mendatang.
Berbagai jenis tanaman bonsai dapat dijumpai, mulai dari bonsai lokal hingga bonsai import. Bonsai lokal yang dipamerkan misalnya jenis satinggi, beringin, mustam,jeruk kinkit dan anting putri. Sementara bonsai import yang dijumpai di pameran ini, diantaranya bonsai jenis kusu, cemara cinesis, boksu, dan lohansu yang rata-rata di import negeri Cina dan Taiwan.
Ketua Panitia Pameran Nasional Bonsai Indonesia Palembang Go Green ESP Cup, Ashari Aliagus, mengatakan, peserta yang ikut dalam pameran bonsai nasional berasal dari sejumlah provinsi yang ada di Indonesia.
“Peserta yang ikut pada kontes ini berasal dari Medan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Tanggerang bahkan peserta terjauh berasal dari Sulawesi Selatan,”ujar Ashari, kemarin (5/11).
Dikatakan Ashari, dari sekian banyak jumlah bonsai yang dipamerkan, satu diantaranya bonsai dengan harga tertinggi hingga Rp 850 juta yakni bonsai milik peserta asal Medan, atas nama Tongariojo Angkasa.
“Bonsai Lohansu milik peserta asal medan ini ditawar Rp 850 juta, umurnya sekitar 50 tahunan,” kata Ashari.
Sesuai dengan harganya, Bonsai Lohansu ini menampilkan kesan keindahan serta kematangan yang berbeda dari bonsai lainnya. Dengan tinggi batang sekitar 1 meter serta tekstur pohon yang sempurna, bonsai ini menarik perhatian bagi setiap pengunjung yang datang.
Kata Ashari, penilaian pada kontes bonsai ini meliputi, keindahan dan kematangan bonsai. “Kematangan yakni kesempurnaan pohon, seperti akar, dahan, ranting, bunga dan buah, sementara pada keindahan, dilihat dari segi gerak pohon sesuai komposisi tanaman dan letaknya,”jelasnya.
Asharsi mengatakan, tujuan digelarnya kontes dan pameran bonsai ini, untuk memotivasi pecinta bonsai yang ada di Indonesia untuk meningkatkan kreatifitas mutu bonsai di Indonesia.
Indonesia, lanjutnya merupakan 4 negara dengan bonsai terbaik didunia, yakni Cina, Taiwan, Jepang dan Indonesia. “Kelebihan bonsai di Indonesia ini, tekstur batangnya dan lantaran ini daerah tropis,”imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Kontes Bonsai, Chandra mengatakan, digelarnya kontes bonsai bertajuk ESP Cup palembang go green ini untuk mewujudkan palembang hijau. “Ini kontes yang digelar ESP cup, dengan tema bonsai nasional go green,”singkatnya.(cr03)