Jumat, 18 April 2014

ACTION ROBERT DI GIANYAR

Gelombang demo bonsai telah melanda di Kota Gianyar Bali, di komandani oleh Master Bonsai Indonesia Bapak Robert Steven yang diadakan pada tanggal 16 April 2014


Master Robert Steven dengan jiwa seni telah mengubah tanaman Santigi yang digoyang agar seperti gerekannya untuk mengikuti musiknnya.



Hasil yang dibuat oleh Bapak Robert, sekalian mejeng seperti anak muda yang lagi kasmaran dengan Mbak Santi



Rabu, 16 April 2014

ADA 3 TANAMAN HIAS TERMAHAL DI DUNIA


Bagi pecinta tanaman hias, tanaman yang mungkin bagi orang awam tak ada istimewanya sama sekali, bisa menjadi tanaman yang indah. Bahkan biaya yang sedikit pun rela dikeluarkan untuk membeli dan merawat tanaman hias. Tanaman hias yang indah tak hanya dilihat dari bunganya yang cantik, namun daun saja bisa mencerminkan keindahan sebuah tanaman hias. Bahkan dari daun itulah yang menjadikan tanaman hias memiliki harga yang cukup fantastis. Penasaran tanaman hias apa saja yang paling mahal? Berikut adalah 3 tanaman hias termahal di dunia versi Puncak Dunia.

1. Phillodendrum Marbel Varigatha




Dari beberapa jenis tanaman hias yang paling populer, hanya Anthurium yang masa trendnya paling lama yakni 2 tahun. Bahkan pedagang dan kolektor masih menunggu respon masyarakat pada pameran terbesar di Lapangan Banteng, Jakarta. Anthurium termasuk Keluarga Araceae. Tanaman yang memiliki kelebihan pada daunnya yang unik, indah dan bervariasi ini, masih satu keluarga dengan beberapa tanaman hias lain yang juga populer yaitu Aglonema, dan Alokasia. 


Dengan tulang daun yang besar dan menonjol membuat tanaman ini tampak kekar. Anthurium ada 1000 jenis, tetapi yang populer hanya beberapa. Di antaranya Anthurium Jenmanii, Wave of Love, Hookeri, Jenmanii Sawi, Anthurium Variegata, dan lain-lain. Jenis yang paling mahal adalah dari jenis Jenmanii. Anthorium jenis ini bisa menembus puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Di Oasis Nursery Anthurium termahal yang pernah dijual adalah seharga 70 juta rupiah. Bahkan, sebatang Anthurium Jenwave Black Buise ditawarkan oleh sebuah nursery seharga 250 juta (seharga sebuah rumah atau mobil
sedan di showroom).


2. Aglaonema




Aglaonema atau chinese evergreen merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies. Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (berkayu). Daun menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak. Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.


Meski beberapa tahun ini tren pasar tanaman hias dikuasai Anthurium, Aglaonema masih bisa mencuri perhatian pecinta tanaman hias. Apalagi setelah para petani berhasil menyilangkan tanaman ini dengan jenis lain, sehingga melahirkan varian baru dengan warna dan corak daun yang beragam. Tanaman yang akrab disapa sri rejeki ini terdiri dari beragam spesies seperti Chocin, Miss Thailand, Red Silver, Param Ruay, dan Pink Panther. Di antara beberapa spesies tersebut, Pink Panther adalah spesies yang harganya masih mahal. Spesies yang harganya sudah murah yaitu Pride of Sumatera, Lady Valentine, dan Donna Carmen. Seorang kolektor tanaman hias terkenal Indonesia bernama Gregorius Granadi Hambali pernah menyilangkan aglaonema yang diberi nama Harlequin dengan harga jual lebih dari Rp 600 juta. Sebelumnya, aglaonema Tiara hasil silangannya sempat mencapai Rp 3 juta per lembar daun.


3. Philodendron




Philodendron adalah sejenis tumbuhan dari suku Araceae, yang mempunyai banyak spesies. Namanya berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata philo ("cinta") dan dendron ("pohon"). Karena keindahan bentuk dan warna-warni daunnya, Philodendron banyak disukai sebagai tanaman penghias ruangan atau taman. Philodendron adalah tumbuhan yang banyak dijumpai di hutan tropis seperti di Indonesia. Biasanya tumbuh di tempat-tempat yang lembab misalnya di rawa, pada tepi sungai, maupun di pinggir jalan. Banyak anggotanya yang hidup merambat pada tumbuhan lain dengan bantuan akarnya. Bentuk daunnya ada yang bulat memanjang, bentuk hati, berbentuk menjari, menjari memanjang, seperti tanduk lancip memanjang. Batangnya ada yang memanjat dan tidak memanjat (merumpun). 


Philodendron adalah salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai eksotika tersendiri pada bentuk daunnya yang cukup beragam dan daunnya juga mempunyai beberapa warna seperti hijau, hijau muda, kuning, coklat, ungu dan belang-belang. Banyak yang memprediksi kehadiran Philodendron akan menggeser dominasi Anthurium dan Aglaonema. Philodendron yang berdaun lebar termasuk dalam Keluarga Aracea. Keindahan Philla yang dalam bahasa Yunani berarti Cinta tidak hanya pada daun, bunga dan batangnya yang Unik juga membuat kagum. Jenis Philodendron termasuk banyak, tapi cardinal black yang paling banyak digemari. Dengan harga relatif murah dibanding Aglaonema dan Anthurium, Philodendron jadi alternatif bagi pecinta tanaman yang tak sanggup membeli Anthurium dan Aglaonema yang mahal. Yoe Kok Siong, pekebun philodendron di Kaliurang, Yogyakarta, menjual jenis ini dengan harga Rp 500.000/daun untuk yang berukuran 50 cm. Harga Philedendron di pasaran yang masih satu kerabat dengan Aglonema ini berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 500 ribu.



http://www.puncakdunia.com/3-tanaman...-di-dunia.html



References:
http://www.wonderful-thing.com/the-m...-in-the-world/
http://en.wikipedia.org/wiki/Philodendron
http://houseplants.about.com/od/foli...lodendrons.htm

Senin, 14 April 2014

PEMBUBARAN PANITIA PAMERAN BONSAI PPBI TUBAN

Pertemuan untuk mengadakan sebuah pertanggungjawaban yang diadakan di Waroeng Ayam Bakar Bhektiharjo, lokasi yang berdekatan dengan Taman Rekreasi dan Kolam Renang Tuban.




Dihadiri oleh sekitar 50 Orang pada tanggal 13 April 2014. Baik panitia dan para supporting penyelenggaraan pameran bonsai di Tuban. Panitia Bapak Wito telah mempertanggungjawabkan semua kegiatan pameran. Pertemuan dibuka pada jam 10.00 dan ditutup pada jam 12.00 oleh Ketua PPBI Tuban, Bapak Sidik. Hasilnya bahwa pameran telah bisa memberikan alat-alat inventarisir yang bisa digunakan untuk pameran yang akan datang.