Sabtu, 04 Mei 2013

PAMERAN BONSAI BLITAR

Gebyar Bonsai Bumi Bung Karno 2013


Kota Blitar telah menyelenggarakan Pameran Bonsai pada tahun 2013 dengan tema "Gegyar Bonsai Bumi Bung Karno 2013". Penyelenggaraan ini dilakukan sudah yang kali kedua di Kota Bung Karno. Penyelenggaraan ini diadakan untuk membangkitkan kembali seni bonsai di kota Blitar yang sudah lama fakum. Tahun lalu diselenggarakan diikuti hanya kalangan warga Blitar saja. Dengan semangat dan yang komandani oleh bapak Edy sebagai Ketua Panitia serta dukungan penuh dari Ketua PPBI Cabang Blitar yaitu Bupati Blitar Bapak H. Herry Noegroho sendiri. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun kota Blitar ke 107 bertempat di lahan parkir PIPP ( Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan ) Jl. Muhammmad Hatta Blitar.

Festifal ini dibuka M. Samanhudi Anwar, S.H, Walikota Blitar.  Dalam kesempatan itu, Walikota Blitar dan Bupati Blitar selaku ketua PPBI Blitar Raya menancapkan tanda favorit pilihannya. Diantara bonsai favorit pilihan Walikota, bonsai pohon serut kolektor Arifin asal Probolinggo dan Asam Sarap kolektor Freddy Kus dari Sumenep. 
Dilihat dari animo masyarakat sekitar dan luar kota cukup baik. Hal ini bisa ditandai oleh dengan adanya peserta di beberapa kota antara lain berasal dari Madura, Trenggalek, Kediri, Malang, Surabaya, Jombang dan Blitar sendiri. Pohon yang tampil di Pameran tersebut sebanyak 235 pohon. Penempatan display juga cukup bagus, sehingga para pengunjung bisa mengambil gambarnya untuk dibawa pulang sebagai referensi.
Penyelenggaraan pameran tersebut telah memakan biaya sebesar 65 Juta yang diambil dari dana dari pemerintah daerah Blitar, sponsor dari salah satu bank di Blitar, iuran para anggota PPBI cabang Blitar dan dana partisipasi dari para peserta..
Kegiatan ini cukup berat diadakan kata Bapak Edy, selanjutnya "Karena ada sebagian temen yang kurang optimis untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, yang telah dimotori oleh  35 anggota PPBI org dari 70 org anggota.
Tidak kalah penting bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sudah bisa menampilkan kelas Utama. Hal ini merupakan prestasi bagi kota Blitar. Kesulitan untuk menampilkan kelas utama merupakan kegiatan yang cukup sulit dan cukup banyak tantangannya.  Untuk kelas utama masih banyak didominasi oleh barang-barang lama yang biasa mendapat bendera bagus. Semangat anggota PPBI cabang Blitar memang bisa diacungi jempol. Ini bisa dibuat contoh di daerah lain.

Suasana kota Blitar cukup panas pada waktu kunjungan kesana tapi dapat diobati dengan menikmati keindahan tanaman bonsai. Kelas utama cukup bagus untuk bisa dinikmati. Sedangkan kelas Madya mulai ada bentuk baru. Untuk kelas prospek masih banyak bahan yang bisa menjadi master. 
Lokasi bursa banyak menampilkan bahan bonsai  dan ada sebagian yang sudah jadi bonsai, sayangnya untuk keperluan asesoris tidak ada.

Yang bikin hebat adalah Ketua PPBI Blitar adalah bapak Bupati sendiri.
Usulan yang harus dibenahi yaitu telah banyaknya hilang data tentang peserta dan jenis tanaman yang harus melekat di masing-masing pohon. Hilangnya data tersebut kita tidak bisa mengetahui bonsai siapa yang menjadi terbaik atau yang mendapat bendera.

Beberapa pohon yang tampil di Gebyar Bonsai di Bumi Bung karno



Selamat temen-temen PPBI Cabang Blitar, secara umum penyelenggaraan ini cukup bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Jika Anda memberikan saran dan pendapat